
Seringkali kita terlupa dengan apa yang sudah kita miliki dan dapatkan. Kita selalu berfikir apa yang kita dapatkan tersebut ialah hasil dari kerja keras kita. Sehingga tugas kita sebagai makhluk lupa caranya bersyukur kepada Allah SWT.
Pada hakikatnya tidak akan ada apa-apanya jika Allah tidak menghendakinya. Sama halnya dengan seorang anak kecil yang belajar naik sepeda. Ia tidak akan bisa naik sepeda jika tidak ada yang memandunya atau yang mengajarinya.
Yakinlah, segala sesuatu yang terjadi adalah ketetapan atas seizin-Nya. Dan kita sampai saat sekarang ini masih bisa bernapas, masih bisa ketawa, masih bisa bekerja, masih bisa makan, itu semua karena ketetapan-Nya.
Allah SWT telah berfirman dalam Q. S. Al-Baqarah ayat 152
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
Tidak ada ruginya kalau kita bersyukur kepada Allah SWT. Sebab, dengan bersyukur Allah akan menambahkan nikmat-Nya.
Bersyukur bukan hanya perihal mengucap di lisan saja, tetapi juga meyakinkan dalam hati bahwa segala sesuatunya itu datangnya dari Allah. Dan ditambah dengan tindakan seperti saling berbagi antar sesama, menolong kepada yang membutuhkan, mendirikan sunnah-Nya, serta perbuatan amal ma’ruf lainnya.
Jangan pernah jadi manusia yang serakah, kufur nikmat, dan tidak mau bersyukur kepada Sang Pencipta. Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang senantiasa selalu bersyukur kepada-Nya dan membenci kepada orang-orang yang tidak mau bersyukur.